[CARA] Menghafalkan Al-Quran

Banyaknya hafalan bukanlah tujuan utama. Namun bagian dari hasil proses mengulangi berulang-ulang kali bacaan Al-Quran. Soal niat yang akan mau menuntaskan hafalan 30 juz, bukan masalah. Akan tetapi yang menjadi masalah adalah ketika anda berhenti mengulangi bacaan yang sudah dihafal jika sudah selesai sampai "ujung".

Saya yakin 100% semua ustadz, kyai, atau guru sekalipun, pasti mempertanyakan berulang-kali soal niat menuntaskan hafalan. Perkara niat adalah urgensi paling mendasar. Jika salah niat, kelar hidup ente!

Niat ingin cepat-cepat selesai tuntas hafalan? Hati-hati! Ketergesa-gesaan justru disitu ada perasaan was-was. Menetapkan target bukan suatu yang salah, akan tetapi kadang tidak diimbangi dengan tadabur isi bacaan atau hafalan yang sudah dihafal. Ini fatal!

Hal tersebut yang menimbulkan sebagaian dari kebanyakan orang menghafalkan Al-Quran, tapi sebatas "reflek" bacaan saja, tidak lebih dari itu. Sebab, Al-Quran bukan kitab biasa, disitu ada petunjuk. Bagi yang berfikir!

Niat karena ingin pujian atau status "Al-Hafizh". Na'udzubillahi min dzaalik. Salah satu orang yang pertama kali masuk neraka adalah orang yang membaca al-Qur-an supaya dikatakan seorang qari’. Apalagi Niat karena wanita. Receh sekali hidupnya.

Hafalan dengan diawali niat hanya Allah dan RasulNya. InsyaAllah selamat. Sulit memang, tetapi disitu letak "mujahadah" hamba yang ingin ridho Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Inti Cara Menghafalkan Al-Quran


Menghafalkan Qur'an memang banyak berbagai macam metode. Akan tetapi menurut pandangan penulis semua metode tidak mewakili keseluruhan individu yang ingin menghafalkan Al-Qur'an. Sebab setiap orang "tipikal", watak, karakter, kemampuan fisik, ataupun kemampuan fikiran berbeda-beda. Namun, metode yang paling "manjur" adalah pengulangan bacaan berkali-kali. Tidak lebih dari itu.

Prinsip ini adalah "Menghafalkan Qur'an walaupun tidak hafal-hafal" dengan cara membaca "bin Nadzor" dengan tartil diulangi sebanyak-banyaknya. Bisa 40x/70x/100x, atau lebih (tergantung sudah lancar atau belum). Jika 100x pengulangan belum dapat juga, teruskan. Pengulangan bisa disesuaikan, apakah per-ayat, atau per-bagian, atau per-halaman. Pengulangan ini dianjurkan "sekali waktu" alias tidak terputus-putus.

Memang cara ini sangat menguras waktu, tapi justru disitu letak kemuliaannya. Semakin banyak waktu dihabiskan untuk membaca Al-Quran maka waktu kita justru semakin berkah, InsyaAllah.

Mulai kapan kita mencobanya? Segerakan. Kondisikan suasana hati. Maka kita perlu me"manage" hati, jangan sampai hati kita tarlapau futur.

"Al-imaanu ya ziidu wa yanqush, Yaziidu bitto'ah wa yanqus bil ma'siyyah" 

Iman itu betambah dan berkurang, bertambah karena ketaatan dan berkuran karena maksiat. Maka iringi diri kita dengan selalu mentaati perintah Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Sudah cukup bacanya, kini segera ambil wudhu, pakai pakaian yang suci dan bersih. Cari lokasi yang bersih nyaman dan rileks. Ambil Qur'an yang ukurannya sedang. Jangan gunakan Qur'an yang kecil jika baru mulai menghafal. Sediakan air putih, duduk yang tenang minimal 1 jam. Trus baca hingga mencapai batas minimal pengulangan bacaan. InsyaAllah akan hafal jika selalu diiringi kesabaran.

Jangan lupa doa juga. "Yaa Allah berikan kemudahan hamba untuk menghafalkan ayat-ayatmu, dan masukkan golonganmu kedalam Surgamu" Aamiin.

#selfreminder


*) bin Nadzor : membaca Al-Quran dengan melihat mushaf langsung.

No comments:

Post a Comment

Pages